Sabtu, 24 Mei 2014

PEPSI!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sudah lama ya ternyata 2012. Hmm, ingat sama zaman kelas 9 semester 2. Rindu lah istilah kasarnya, huehee. Dulu itu kelas ini kelas baru, jadi kami ini penghuni baru. Penghuninya itu macam-macam lah. Tapi sekarang kami sudah pisah. Sudah beda SMA. Ada juga yang beda kota. Jadi ya begitu, jarang ketemu, jarang kontak, bahkan sudah putus (?). Nggak tahu kenapa, PEPSI itu zaman SMP paling berkesan. Padahal cuma semester 2. Cuma 1 semester! Dan kalian tahu lah, kalau kelas 9 itu 1 semester berapa bulan? 4 bulan! CUMA 4 BULAN! tapi mengapa bisa berkesan? Saya juga bingung. Mungkin karena kami lewatinnya pas mau keluar SMP. Jadi belajar bersama, les bersama, main bersama, latihan bersama, dsb. Baiklah, untuk sekedar nostalgia, saya ingin mendeskripsi teman-teman saya dari kelas ini. Mulai dari :
1. Agung Sunyoto W.S. nah, anak ini dulu duduknya depan saya sama si Arzun. Wajahnya arab-arab gimana gitu. Kelihatannya sih pendiam, tapi ..... haha. Anaknya nyantai, kadang jahil, terus apalagi ya, lupa -_-. Jarang bicara, tapi kalau sudah bicara bisa panjang. Matanya dulu pernah kena Freshcare saya gara-gara dia terlalu sibuk dengan Freshcare nya. Haha
2. Akhmad Sarony. Haha, anak ini memang HACEP deh dulu. Kelas 8 dulunya juga sekelas. Tapi kelas 7 sudah kenal. Soalnya anak ini memang sok kenal (?). First Impression saya dulu "Ih, anak ini sok kenal. Padahal masih pendaftaran SMP." Anaknya baik, sangat malah. Dulu pas kelas 8, aku, Fitri sama dia sering disebut 3 serangkai soalnya sering bareng kemana-mana. Pinter, Rajin, Suaranya bagus, Lincah, Pecah, Lucu, Putih, Prematur (?) kadang menyebalkan -_-, dsb. Pintar promosi juga, dulu pernah pas presentasi lomba KIR dia bilang "Mengapa saya membuat telur aneka rasa? Karena saya bosan dengan telur yang kalau nggak asin ya tawar" kurang lebih begitu. Pokoknya beruntung bisa kenal Sarony. Tapi lama nggak ketemu -_-. Terakhir pas ambil ijazah. Lama kan? Iya. Dulu pas di Bali, HPnya pernah hilang di Bis, trus dia sedih (jelaslah), setelah dibantu Fitri mencari, ketemu lah!
3. Alfin Permana. Anak ini dulu 1 SD dengan saya pas kelas 1-3, terus saya pindah. Anaknya rajin, wajahnya lucu seperti anak kecil. Pas SMP dulu sering lihat dia naik sepeda, lucu. sebangku dengan Bintang dulu. Jarang bicara, tapi baik dia. Suaranya lembut tapi nggak bisa nyanyi (?).
4. Anisa Indriani. Wah, lama sekali nggak ketemu. Sekarang dia sudah bahagia di Surabaya. Wanita perkasa, kurang lebih dapat disebut demikian. Anaknya Rajin, Baik , Dewasa. Anak kesayangannya guru olahraga soalnya di jago olahraga dan termasuk atlet dulu. Dulu duduknya di sebelah saya (bukan sebangku). Dulu dia perempuan tertinggi di kelas. Badannya langsing. Trus Anisa ini jarang marah, lucu. Pokoknya yang diingat dari dia adalah sifat dewasanya dia :).
5. Angga Putra P, Dia itu menyebalkan dan sok keren. Lumayan rajin, rajin menjahili satu sama lain. Sekarang se-SMA dengan saya. Untungnya nggak sekelas. Haha. Lucu juga anak ini. Nggak gampang marah walaupan sering saya marahi. Suaranya sekarang lumayan bagus. Dia juga MC sekarang. Dulu sering lihat dia naik sepeda hitam pas berangkat sekolah. Dandanannya lumayan rapi, wk.
6. Arzun Pambudi. Haha, TK dulu 1 TK. SD dulu 1 SD (walaupun kelas 4-6). SMP juga 1 SMP dan baru sekelas pas kelas 9, di 9B dan 9I. Lama juga nggak ketemu anak ini, padahal rumahnya paling dekat dari rumah saya (?). Sekarang dia 1 SMA sama Sarony. Anaknya kelihatannya diam, padahal .... . Terus lucu, badannya dulu bisa dibilang bantet (?) haha. Dulu suka sama Avenged sevenfold. Juga sama Budi Anduk gara-gara namanya ada Budinya. Suka menyambung-nyambungkan sesuatu (?). Jarang juga bicara kalau nggak kenal, tapi kalau kenal seru! Dulu sering ngusapin Freshcare saya di tengkuknya, nggak tau biar apa. Dulu suka banget sama Chelsea, sekarang mungkin masih (?). Wkwk
7. Bintang A. Wibisono. Dulu anak ini gendut. Matanya sipit. Pecah suaranya. Anak ini seru, baik, ramah, apalaginya pokoknya mendekati itu. Sekarang 1 SMA dengan saya dan dia jadi OSIS di SMA. Dulu waktu kelas 8 dia pernah berusaha untuk diet dan jadi suka sekali bersepeda. Sering ketemu di SMA ini, tapi jarang ngobrol soalnya kelasnya jauh. Bintang pernah bilang kalau dia kangen banget sama Alfin dan Sarony. Karena jadi OSIS bintang jadi sibuk, tapi dia tetap hits di sekolah. Haha pokoknya Bintang bener-bener teman yang baik lah.
8. Cikita Ayu L.  Dia temannya Eva sia anak tomboy. Teman sebangku malah. Walaupun dia badannya lebih ehm.. besar, tapi dia bersepeda lho dari rumahnya yang jauh. Kuat kan? Anaknya jarang bicara sih, jadi seperti nggak bergairah (?).
9. Daranindra Q.A.A. Nama panjangnya sulit dan panjang, jadi aku singkat. Nah, dulu waktu awal masuk kelas 9I, dia nangis gak jelas dan aku nggak tahu penyebabnya.  Trus sama Nur berusaha didiamkan, tapi tetep aja nangis. Awal di 9i kan belum kenal, aku kira dia biasa saja, maksudnya nggak heboh. Eh ternyata suka teriak-teriak badai, kadang menyebalkan, tapi seru. Suka galau gak jelas. Benar-benar berbanding terbalik dengan teman sebangkunya yang pendiam. Tapi biarpun begitu dia dulu yang buat bunga dari kertas untuk farewell party english course. Hasilnya bagus!
10. Diana Puspitasari. Ini anak rajinnya bener-bener. Pintar, Enak diajak ngomong karena sering nyambungnya meski banyak yang bilang dia pendiam . Sekarang kita satu SMA dan kita selalu berangkat dan belajar bersama, haha. Dulu waktu SMP katanya dia kurang suka musik, tapi sekarang, selalu nyetel musik dan koleksi lagunya juga variatif. Suka sekali sama Harry Potter. Ingat! Harry Potternya bukan pemerannya (?). Terus gara-gara dulu aku beritahu dia tentang "Jun Sung Ahn", dia jadi suka koleksi video permainan biolanya, padahal aku sudah jarang nyari-nyari -_-. Kalau libur, katanya dia suka nonton doraemon dan kartun lainnya. Aku juga! walaupun sudah besar, aku masih suka kartun! Anaknya baik, nggak aneh-aneh, dan kalau belum kenal pasti nganggapnya dia pendiam.
11. Dwi Retno W. Ini teman sebangkuku dulu. Anaknya kecil, baik badan maupun tinggi badannya. Anaknya rajin, suka ngeyel, nggak gampang percayaan. Sering aku bikin dia emosi haha, tapi dia nggak pemarah. Dulu kalau sekolah selalu pakai tas samping, bukan tas pundak, dan itu tasnya menurutku kecil. Tapi itu tas selalu cukup untuk bawa buku pelajaran yang cukup banyak dan baju olahraga tanpa dia bawa tas lagi. Mungkin kalau aku yang pakai sudah jebol duluan -_-. Dwi dulu pernah aku suruh nulisin catatanku gara-gara aku malas nulis dan kebetulan dia mau. Haha
12. Elma Wahyu L.S. Dulu pas kelas 7 kelasnya tetanggaan sama kelasku. Rambutnya panjang sekali, jarang dikuncir penuh, mungkin cuma setengah. Teman sebangkunya Anisa. Elma jarang beranjak dari bangkunya sih, jadinya ya.... begitulah. Tapi Elma baik, walaupun jarang bergairah (?).
13. Ema Suryaningsih. Ini temanku pas masih di 9B, terus kita sekelas lagi di 9I. Kita juga 1 SD, cuma beda kelas. Juga pernah 1 TK. Tapi aku kenal Ema lagi pas kelas 4, soalnya aku pindah sekolah. Ema dulu juga OSIS pas SMP. Anaknya baik juga, tapi di 9I jarang ngobrol soalnya bangkunya sangat jauh dari tempatku. Padahal di 9B masih sering. Haha
14. Emilia Deby W. Emilia anaknya ramah terus netral. Dia juga rajin, dulu pas kelas 8 kita sekelas di 8H juga. Anaknya tinggi, katanya ikut Paski pas di SMK. Emilia memang di SMK, tapi SMK yang kebanyakan teman-temannya itu laki-laki -_-. Ayahnya dulu yang motret foto kelas kita. Dulu aku kira Emilia itu pas kelas 8 menakutkan, soalnya matanya kalau lihat aneh -_-. Suaranya Emilia tergolong suara berat dan mirip laki-laki. Katanya dia nggak bisa nyanyi gara-gara suaranya besar, padahal menurutku suaranya enak didengar malah aku suka soalnya ada khasnya -_-.
15. Eva Erliana. Haha walaupun tomboy tapi rambutnya panjang sekali. Kadang rada kasar sih, kadang -_-. Sekarang di SMA dia ikut Inkai dan sering latihan dengan teman sekelasku yang sekarang. Masih sering sms Diana, entah tanya pelajaran ataupun kirim kata-kata (haha tau kan saya XD). Jago olahraga. Sekarang sih saya kadang simpangan dengan dia kalau berangkat, sekali lagi kadang -_-.
16. Fahriza Oktavian S. Haha, beneran deh, dia itu dulu siswa paling tinggi di kelas, bahkan di SMP. Dulu saja tingginya sekitar 178, itu pas kelas 9. Nggak tahu sekarang. Badannya kecil jadi seperti lidi. Aku dulu ngiranya dia siswa yang nakal, soalnya rambutnya di model begituan (?). Tapi pas di 9I dia katanya insyaf, jadi rambutnya rapi deh. Seru juga. Katanya sih dulu banyak yang suka. Tapi nggak tahu lah. Haha
17. Fitrianingsih. Haha Fitri itu baik sekali. Sekarang masih sering kontak saya. Dia selalu menolong orang (?). Anaknya sabar pol, meski sering tak marahi, wkwk. Sifatnya dewasa. Meski badannya tergolong besar tapi dia termasuk jago olahraga. Dulu tiga serangkai dengan aku dan Sarony. Sekelas denganku sejak kelas 7, meski pas kelas 9 semester 1 nggak sekelas.Lumayan sering simpangan kalau berangkat sekolah. Beruntung lah punya teman seperti dia. Benar-benar beruntung!
18. Irfan Mauluddin. Panggilannya Upin. Aku sudah kenal sejak SD tapi nggak satu SD. Jago matematika banget. Dulu tubuhnya kecil sekali dan lucu... Tapi sekarang SMA dia sudah lebih tinggi. Larinya cepet sekali, Jago futsal. Suaranya cempreng, sampai sekarang. Satu SMA dengan saya, dan teman kelas 10 saya pernah ada yang minta fotonya dia yang ada di laptop saya.....
19. Izatul Fitria F.A. Temanku sejak kelas 4 SD. Tulisannya sudah bagus sejak dulu kala. Teman dekatnya Nadya. Sekarang dia di SMA sendirian. Maksudnya nggak ada teman SMP yang satu sekolah dengan dia. Baik!
20. Kanita A.L. Rambutnya licin sekali, tulisannya juga rapi. Badannya kurus. Teman SDku juga cuma nggak sekelas. Rajin, suaranya kalem. Temannya Nia!
21. May Ratih B.P. Rajin sekali, terlihat dari tulisannya. Sekarang dia di SMA dengan Sarony dan Arzun. Badannya tinggi tetapi sangat kurus... Anaknya baik juga tapi agak pendiam. Teman sekelasku pas kelas 8 juga. She also love Harry Potter, sama seperti Diana. Dulu pas kelas 8 sering berinteraksi soalnya bangkunya dekat. Sama-sama di belakang -_-. Tapi pas kelas 9I agak jarang soalnya tempatnya jauh, jadi nggak bisa ngobrol pas jam pelajaran (?).
22. Mei Kurnia S. Dulu pas kelas 7 rambutnya panjang sekali. Tapi tiba-tiba pas kelas 8 rambutnya dipotong pendek. Dulu OSIS juga. Temannya Kanita.
23. Moch. Chamdani. Awalnya aku kira dia sangat pendiam. Tapi ternyata nggak terlalu pendiam. Meski jarang berbicara dengan saya (?), tapi kata Diana dia enak diajak bicara. Apalagi ya? lupa sudah ngantuk saya -_- sekarang sudah dini hari. Haha
24. Nadya Eka D. Bisa dibilang dia paling muda di kelas. Hidungnya pesek kalau kata Agung -_-. Dulu suka menyongket (?) atau apalah itu namanya. Temannya Izatul!
25. Nova Wanda K. Wih calon akuntan nih dia. Pintar! Rajin! Gendut (?), Tembem (?). Enak diajak bicara dia. Dulu dia merupakan best student di English Course yang diadakan di sekolahan saya setelah Arzun. Sempat ingin masuk SMK jurusan Perbankan tapi tingginya kurang mencukupi. Masih sering kontak sama Diana (saya tahukan?)
26. Rahmad Deddi K. Mantan ketua OSIS, haha. Sekarang dia Ketua Eskur basket di SMAku. Memang dia pemimpin yang baik (?), dulu ketua kelas juga di 9I. Dulunya drummer, tapi sempat ganti ke gitar. Pernah ngisi perpisahan kakak kelas pas SMP dengan menyanyi, tapi suaranya aneh ._.V .  Badannya berisi (maklum sering basket).
27. Riani Oprianti. Dulu dia suka basket, tapi katanya sekarang pas SMA dia anak basket juga. Katanya dia lahirnya prematur. Trus sekelas dulunya pas di 9B. Tubuhnya pendek, rambutnya agak keriting gantung, suaranya cempreng. Itulah yang saya ingat dari dia.
28. Rita Nurjanah. Saya sendiri. Bingung. Mau. Nulis. Apa. Pokoknya. Saya. Adalah. Makhluk. Unik. Kalau. Menurut. Saya :P. Kalau kata teman-teman, saya interest sekali di musik, ngomongnya cepet, pemalas, unik dan hobi tidur. Tapi saya punya arti untuk nama saya sendiri yaitu : R= Religius. I=Incredible. T=Tactical. A=Amazing and Awesome. Haha
29. Rizka Firsta S. Pas kelas 8 kan sekelas ceritanya. Dia itu dulu pemalu dan pendiam. Tapi dulu selalu disuruh jadi dirigent pas upacara atau perpisahan. Dan sekarang dia jadi mayoret di SMA saya. Kaget kan? saya aja nggak percaya dia jadi nggak pemalu.
30. Sagita Arisandy. Kalau hari raya nyepi dia selalu mengundang teman-teman ke rumahnya. Jago olahraga. Badannya bagus. Sekelas dengan saya sejak kelas 7 dan cuma nggak sekelas pas di kelas 9 semester 1. Dulu rambutnya asli berombak, tapi pas kelas 8 semester 2 di lurusin. Dan awal pas dia dilurusin itu seperti rocker wanita. Panjang sekali dan menutupi sebagian wajahnya. Dia agak pecicilan -_-.
31. Siti Binti Nur'aini. Pendiam. Teman SDku pas kelas 1-3 sama seperti Alfin. Temannya Dara. Selalu sabar menghadapi Dara yang spektakuler. Anaknya juga rajin. Sampai sekarang juga masih 1 sekolah dengan Dara. Apalagi ya bingung -_-, sudah ngantuk sekali ini.
32. Zainurrahman Wahyu R. Bisa dibilang dia itu sejak TK satu sekolah terus dengan saya. Sampai sekarang di SMA juga satu sekolah lagi tapi nggak sekelas. Anaknya ambisius pol, haha. Rajin dan pintar, dijuluki profesor sekarang. Pintar Kimia. Suka saltingan sekarang. Suka curcol sembarangan juga, haha. Ketua Eskur KIR di sekolah saya. Sebenarnya dia dulu interest sekali di biologi karena ingin jadi dokter spesialis jantung tapi sekarang malah pindah di Kimia. Sekarang pakai kacamata. Otaknya kelihatan sekali berat di kiri. Badannya sekarang tinggi sekali. Anaknya juga sangat baik, jarang marah juga. Wkwk

Sekian deskripsi mengenai teman di kelas PEPSI. Maaf agak random. Maklum saya pas ngantuk, padahal meski nggak ngantuk pasti random juga -_-. Terima kasih bagi yang membaca!
Wassalamualaikum Wr. Wb.




Jumat, 14 Maret 2014

First post at 2014!!!!

Assalamualaikum wr. wb.

 Yeah,, this is my first post at 2014. sesuai judulnya haha. Jadi ceritanya saya mau cerita banyak hal tentang apa yang telah saya alami di 2014. Tapi cuma ringkasannya saja, untuk lebih lanjut, di post selanjutnya.
Oke, yang pertama DN. Tahu nggak apa itu DN? DN itu Dies natalies. haha. Pokoknya itulah. jadi begini, biasanya kan kalau DN itu sekolah ngadain lomba intern. Nah, kebetulan aku ikut vocal grup. Nggak tahu kenapa bisa dipilih kelas untuk ikut lomba itu. Jadi, aku kan nggak biasa tampil di depan umum, lah pas ini disuruh nyanyi itu rasanya campur aduk, wkwk. Trus ada juga lomba kebersihan kelas (kelasku juara 3 lho), ini perjuangannya itu bener-bener, aku sampai pulang malem cuma buat menghias kelas dan juga buat atribut untuk parade. Wih. Terus ada juga festival film pendek. Kelasku buat film semacam hantu-hantu tapi bukan serem.Nah pas hari terakhir itu puncaknya, ada bintang tamu. wih, seru sekali. hujan-hujanan gitu. tapi sayangnya aku cuma berdiri di paling belakang sama teman aku. Trus pas pulang dari DN terakhir itu, aku sempat kesasar. wk
Yang kedua Gunung Kelud -_-. Siapa sih yang tahu kalau sebulan yang lalu itu Gunung Kelud meletus. Sempat bikin gempar karena debunya sampai Yogyakarta -_-. Yang Yogyakarta aja kena, apalagi rumahku, yang radius 44 km. Yah meski gak parah sih, tapi debunya tebal coy. Terus sekolahku, radiusnya sekitar 20 km, itu malah hujan kerikil, kebetulan aku datang ke sekolah karena belum ada kabar kalau libur, sekolah sudah mirip pantai, hihi. Terus pas berangkat itu bener-bener perjuangan, bayangin saja, 15 km naik motor sambil balapan sama debu -_-. hueueuh.
Yang ketiga Bali!!! yey! Jadi seminggu yang lalu, tepatnya Jum'at tanggal 7 itu, sekolahku berangkat ke Bali. Berangkat dari rumah aku jam setengah 3 dini hari, soalnya jam 4 bisnya sudah harus berangkat. maklumlah mau mampir ke Universitas dulu tapi lewat jalan yang lebih jauh gara-gara jalan biasanya itu rusak akibat Kelud. terus sampai di Bali sekitar Sabtu dini hari. Yah, soalnya itu waktu di Universitas lamaaaaa sekali. Pas di Bali ini, kelasku benar-benar gila. Untuk lebih lanjut aku post kapan-kapan saja, sekalian fotonya. Namanya juga ringkasan, jadi singkat aja. Haha
Terus apalagi ya, oh ya, sebelum berangkat ke Bali itu, mulai Senin sampai Rabu itu kelasku full UTS. Bayangin saja, Jumat ke Bali eh sebelumnya malah UTS, asdfghjklnvkdjhgidr -_-. Jadi kurang fokus kan sama UTSnya. Tapi ya, I hope the best untuk UTSnya, semoga nggak buruk nilainya. Semoga tinggi nilai saya, Amin ya Allah.

haha, sudah ya, segitu dulu. Kapan-kapan lanjut!
Wassalamualaikum Wr.wb.

Minggu, 22 Desember 2013

Libur Telah Tiba



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore, hore, hore! haha, senangnya hari ini sudah mulai liburan. Kemarin sudah terima rapor, yah walaupun nilainya harus ditingkatkan sih. Tapi kemarin teman sekelasku si Bimo sama si Winda masuk 10 besar paralel. Wah, selamat ya kalian berdua! Kalau aku sih nggak tahu, di kelas peringkat berapa -_-. Haha, sudah lupakan! Kembali pada liburan. Jadi begini, liburan itu antara menyenangkan dan membosankan. Terkadang kurang kerjaan, tapi jika liburan hampir usai minta diulang, memang tabiat pelajar -_-. Setiap liburan sih aku nggak pernah kemana-mana, soalnya setiap diajak mesti nggak mau. Inginnya dirumah, browsing internet, belajar untuk semester depan (sok rajin) dan main di sekitar rumah. Tapi rencana liburan ini mau melakukan apa masih bingung, inginnya yang bermanfaat tapi saat melakukan dan merasa kesulitan selalu berhenti. Sebentar lagi juga akan tahun baru, senang juga! Walaupun nggak pergi kemana-mana, tapi saat malam perayaan mesti kumpul di rumah sama orangtua dan kakak-adik. Nah, jadi kesimpulannya liburan ini aku ingin mempelajari sesuatu yang berguna. Doakan agar tidak terputus dan tetap konsisten, wkwk. How about your planning for holiday? Oh iya, Selamat Hari Ibu!

Sekian,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Senin, 16 Desember 2013

Freedom!!!!

Assalamualaikum wr. wb.
Yeah! setelah hampir 2 minggu UAS akhirnya selesai juga. Bener-bener bebas lah, sudah nggak ngebut belajar. Sebenernya masalah belajar memang konsekuensi siswa, tapi kalau UAS, rasa dari belajar itu benar-benar beda. Biasanya belajarnya lebih serius nggak bisa santai, padahal seharusnya kita lebih fokus pada hariannya, ckckck. Nah, sekarang sudah classmeet. Sabtu sudah terima rapor dan minggu depan sudah LIBURAN! Liburan harus dimanfaatkan sebaik mungkin, gunakan untuk mengasah bakat, belajar untuk semester 2 dan refreshing tentunya (tapi jangan keseringan refreshing). Baiklah selamat bersantai ria! Freedom is real!

Wassalamualaikum wr. wb.

Minggu, 01 Desember 2013

Lagu Favorit

Assalamualaikum. wr. wb.
Hai semua!
Pada kesempatan kali ini saya ingin mem posting lagu/musik favorit saya. Atau bisa dikata kalian juga harus tahu karena lagu/musik ini benar-benar bagus. haha

Yang pertama lagu/musik yang menurut saya menenangkan

  1. Jari-Jari Cantik - Christoffer Nelwan.
  2. Kiss the Rain - Yiruma (Instrumental piano)
  3. After a Long Time ( nggak tahu lagunya siapa, pokoknya Ost dari drama korea Rooftop Prince)
  4. River Flows in You - Yiruma (Instrumental piano dan ada yang versi violin juga)
  5. Love Me - Yiruma (Instrumental piano)
  6. Somewhere Over The Rainbow
  7. I will always love you - Whitney Houston
  8. Through the Years - Kenny Rogers
  9. Stand up for love - Destiny's Child
  10. La Corda Romance Violin (lupa tulisannya) (Instrumental Violin)
  11. Menanti Ayah, Menanti Lintang - Hilmi Faturrahman
  12. Sebenarnya masih banyak (Instrumental dari Yiruma) tapi nggak mungkin saya tulis semua.
Yang kedua lagu yang agak nge beat tapi saya suka
  1. Best day Ever (lagunya sponge bob)
  2. Don't stop me now - Queen
  3. Canon In D
  4. lagu-lagunya JKT48. haha  XD.
  5. Banyak, nggak perlu ditulis haha..
Itulah lagu yang saya suka, mungkin kalian sudah banyak yang tahu. Jangan lupa lihat postingan lainnya ya!

Wassalamualaikum wr. wb.

Selasa, 09 Juli 2013

Liburan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Hai semua, bagaimana liburannya? Kalau saya sih selama liburan males kemana-mana. Cuma browsing saja di rumah. Tapi tanggal 6 kemarin, kelas saya ngajak ke pantai. Ya teman sekelas, satu kelas, alias semuanya ke pantai. Walaupun ada yang tidak ikut karena ada acara sendiri. Tapi seru sekali! Walaupun berangkatnya sempat molor gara-gara ada yang kesiangan. Padahal saya sudah bela-belain bangun pagi dan berangkat pagi dingin-dinginan tuh. Tapi tak apalah yang penting berangkat :P. Ceritanya kendaraan antara siswa laki-laki dan perempuan di pisah agar tidak terlalu desak-desakan. Nah, di kendaraan yang perempuan ini benar-benar heboh. Sepanjang jalan ramai terus, sambil nonton video dangdut aneh di TV kendaraan -_- dan ngikut-ngikut gayanya. Terus belum juga perjalanan jauh, sudah pada kresek-kresek nyari camilan. Lalu teriak-teriak nggak jelas ketika lihat anak SMP pacaran di atas motor, ckck..
Yang paling aku nggak suka itu ketika tiba di jalan yang belok-belok naik turun. Serasa di kocok dalam kendaraan. Benar-benar pusing, apalagi ketika mencium bau ikan asap yang entah darimana asalnya. Jarak dekat serasa jauh.
Ketika sampai di lokasi, kami langsung menuju ke pantainya untuk foto-foto. Sebenarnya bukan kami sih, tapi teman-teman soalnya aku nggak ikut mereka. Aku cuma duduk di tikar sama Iga dan Yuni soalnya bener-bener males mainan air. Sedangkan yang laki-lakinya pada berenang kecuali Bimo dan Ryan soalnya nggak bawa ganti. Akhirnya karena serasa pengangguran, saya, Bimo, Ryan mainan pasir kemudian di susul Via. Beberapa waktu kemudian beberapa siswa perempuan kembali dan kami makan tanpa beberapa siswa laki-laki karena katanya mau naik perahu dahulu. Hingga akhirnya ketika mau pulang, kami semua menunggu siswa laki-laki yang naik perahu itu. Namun mereka tidak kembali-kembali dan Si Krisna dapat telpon dari Iqbal yang katanya mereka terdampar di suatu pulau. Akhirnya Krisna mencari perahu yang dinaiki mereka tadi. Lama sekali perahu itu menyusul karena memang pulaunya jauh. Setelah mereka kembali, mereka segera ke toilet entah mandi atau cuma ganti dan usai itu mereka langsung makan karena mungkin kelaparan -_-.
Di ujung acara kami berfoto bersama satu kelas dengan minta tolong orang yang dipanggil Fanny. Dan pulang hingga sampai sekolah lagi pukul 18.30 an.
Sekian cerita saya, :P

Wassalamualaikum Warahmatullai Wabarokatuh.

Selasa, 02 Juli 2013

Cerita Pengalaman

Tuhan Itu Baik
“Rima, ayolah kamu ikut!”, kata Alfin memaksaku. Sangat semangat sekali rupanya, padahal aku sudah berkali-kali menolaknya. Yah, bukannya aku tak suka mungkin aku cuma takut kalau aku malah memalukan di perlombaan tersebut. “Aku nggak minat Fin,!”, kataku. “Ayolah aku kurang  1 anggota. Bantu aku lah! ”. “Baiklah, asal Dilla juga harus ikut!” kataku. Akhirnya aku menyerah untuk menolak. Tak apalah, tak ada salahnya juga ikut. Akhirnya Alfin menulis namaku sebagai anggota kelompoknya yang berjumlah 3 orang di sebuah olimpiade tingkat SMP. “Eh Fin, persyaratannya apa saja? Nanti aku siapkan.”, kataku tak ikhlas. “Ya seperti lomba pada umumnya ditambah fotocopy kartu pelajar.” Katanya. “Apa?!? Kartu pelajarku itu hilang, memakai  kartu apa saya?” kataku kaget. “ Hilang? Kenapa kamu nggak bilang. Terakhir mengumpulkan persyaratannya itu lusa, terus namamu juga terlanjur aku kumpulkan ke guru tadi.” Katanya.  “Pakai kartu pelajar orang lain nggak bisa?”,tanyaku.  “Kalau memakai kartu pelajar orang lain ya tidak bisa, namanya kan nama dia. Pokoknya kamu harus ikut.” Aku berpikir keras apa tindak lanjutku nanti. Tiba-tiba muncul di otakku sebuah ide jahat, namun tak masalah jahatnya juga tidak terlalu jahat. Akhirnya aku pergi menuju teman kelas 7 yang wajahnya mirip denganku. “Hei Er, kamu bawa kartu pelajar nggak?" tanyaku. “Kartu pelajarku masih dipakai untuk pinjam buku Rim, kira-kira lusa kembali. Memang ada apa?” katanya. “Tidak ada apa-apa, terima kasih ya Ersa!” kataku langsung beranjak pergi kembali ke kelas. Sesampai di kelas, aku tanya ke teman-teman siapa yang membawa kartu pelajar. Kebetulan yang bawa hanya Diana, padahal bukan dia yang aku harapkan untuk membawa. Lalu aku pinjam saja, daripada tidak ada. Kemudian bel masuk berbunyi pertanda istirahat selesai, dan aku mengikuti pelajaran seperti biasa.
Ketika pelajaran berlangsung aku terus memikirkan cara untuk mengatasi kartu pelajar tersebut. Di tengah pikiranku yang sedang pergi ke mana-mana, Dilla teman sebangkuku bertanya “Eh, kartu pelajarnya Diana mau kamu pakai apa?” “Untuk memenuhi persyaratan perlombaan kita, tahu kan?” jawabku. “Tapi namanya kan beda?”tanyanya lagi.  “Sudahlah, diam saja kau!” kataku.
Bel pulang sekolah berbunyi, aku pun cepat-cepat pulang untuk menjalankan aksiku. Segera aku pergi fotocopy kartu pelajar Diana. Lalu pulang dan menjalankan niat utamaku. Sesampai di rumah, aku  langsung menyalakan komputer dan membuka microsoft word untuk mengetik sesuatu. Lalu kuatur ukuran hurufnya sekecil mungkin dan jenis yang sesuai. Tak lama kemudian aku cetak dan gunting hati-hati. Lalu kutempelkan di fotocopy kartu pelajar Diana tadi dan aku fotocopy lagi. Sehingga jadilah kartu pelajar tiruan karyaku. “Yeah! Akhirnya jadi juga. Tapi sayang fotonya agak mencurigakan. Aku dan Diana beda sekali.”
Keesokan harinya, aku serahkan semua persyaratan pada Alfin. “Nih, persyaratan sudah aku lengkapi.” Kataku. “Terus kartu pelajarmu?” tanyanya. “Sudahlah, lihat saja.” Perintahku misterius. Lalu ia pun melihat dan langsung tertawa. “Haha.. Rima, Rima. Kreatif sekali kau. Ini sebabnya kamu pinjam KTPnya Diana. Sayang fotonya beda jauh dengan kau. Diana terlihat lebih besar dan kau sangat kecil. Rambut Diana berombak, kamu lurus.” “Sudahlah, mana mungkin panitianya lihat satu-satu. Lagian fotonya itu buram akibat efek fotocopy. Kalau ditanya, tinggal bilang kalau ini foto kelas 7 dulu. Gampang kan? “ kataku enteng. Alfin yang masih kaget dengan hasil karyaku memamerkan ke teman 1 kelas, termasuk Diana. Diana yang punya kartu hanya tertawa kecil karena pemalsuan kartu pelajar karyaku. “Sudahlah, tak usah dipermasalahkan lagi. Kepepet ini. Alfin, cepat berikan pada gurunya biar segera dikirim.” Kataku.
Sekarang, tibalah aku, Alfin dan Dilla berangkat lomba. Karena lomba ini di luar bidang sekolah, kami pun harus berangkat sendiri ke daerah pusat kota. Kami sepakat  ke kota naik bus, karena tidak mau merepotkan orangtua. Pukul 05.30 kami sudah berada di depan sekolah untuk mencari bus. Setelah lama menunggu, akhirnya kami mendapat bus yang sesak penumpang. Selama perjalanan, kami bertiga harus berdiri. Dan tanpa sengaja aku menyenggol seorang bapak-bapak garang dari Madura yang sedang menelpon hingga bapak itu melotot dan menggerutu tidak jelas. Kami yang takut segera menjauh darinya. Tidak terasa sampailah kami di halte bus terdekat dari tempat lomba. “Akhirnya sampai juga, tapi tempat lombanya masih jauh nggak?” kata Dilla. “Aku nggak tahu” jawabku. Kemudian Alfin bertanya pada penjual koran, “Pak, SMA INSAN CENDEKIA kira-kira berapa meter dari sini?” “SMA INSAN CENDEKIA? Adik tidak salah? Itu jauh di sana, Dik. Sangat jauh.” Katanya. “Oh, terima kasih Pak!” jawab Alfin. Kami pun terus berjalan menuju arah yang ditunjuk penjual koran tadi. “Wah, ternyata jauh sekali” kata Dilla. “Halah, mungkin dia Hiperbola.” Kataku. Karena aku kurang percaya, aku bertanya pada ibu-ibu yang menyapu. “Bu, SMA INSAN CENDEKIA berapa meter dari sini?” “Jauh, Dik. Biasanya kalau dari Halte, siswa-siswa ke sananya naik angkutan.” Jawab ibu tadi. Lalu aku pun permisi sambil mengucapkan terima kasih pada ibu itu. “Gila, ternyata jauh juga. Kata ibu tadi biasanya ada angkutan, tapi sekarang kok tidak ada ya?” kataku. “Iya nih, kita terpaksa harus jalan sampai ada angkutan lewat.” Kata Alfin. “Yah, kalau tidak dapat angkutan. Bisa-bisa terlambat.” Kata Dilla. “Halah santai saja.” Kataku. Selama perjalanan sambil mencari angkot, kami terus menoleh kanan kiri berharap ada seseorang yang kasihan terhadap kami. Tak terasa, kami sudah mendekati daerah lomba tiba-tiba Dilla berkata, “Itu ada angkot!” “Halah, sedikit lagi sudah sampai. Itu! Sudah terlihat Gedungnya.” Kata Alfin. Semakin dekat, semakin dekat akhirnya kami sampai juga. Sesampai di sana, kami segera mencari tempat istirahat yang strategis yaitu bawah pohon. Tiba-tiba teman satu SMP menghampiri kami. “Hei, naik apa kamu kemari?” tanyanya. “Naik Bus,” Jawab kami singkat. Segera kami hanyut dalam perbincangan tak penting dengannya.
Waktu  perlombaan pun tiba, kami mengerjakan tes babak 1 berjumlah 100 soal yang lumayan membingungkan. Kulihat Alfin yang berpikir keras dan Dilla menulis jawaban yang disampaikan Alfin. Sedangkan aku? Tak tahu harus melakukan apa, hanya diam dan memperhatikan peserta lain yang juga ribut dengan kelompoknya. Agak minder sebenarnya, melihat orang-orang bermata sipit yang terlihat serius mengerjakannya. Yang sudah yakin jika mereka bisa menang. Hingga akhirnya, aku yang berada di antara Dilla dan Alfin menggebrak meja, Brakk.. kulihat semua peserta melihat ke arahku. Aku yang menjadi sorotan hanya pura-pura tak tahu. Alfin dan Dilla yang sedari tadi serius menatap bingung ke arahku. “Sudahlah, ayo dikerjakan lagi.” Kataku sambil mulai mengerjakan sedikit-sedikit.
Bel tanda tes usai berbunyi, kami yang kurang yakin beberapa soal hanya bisa pasrah. “Mudah-mudahan bisa lolos babak selanjutnya.” Kata Alfin yang di amin-i oleh aku dan Dilla. Di luar, kami segera mencari teman satu SMP  untuk berbagi pengalaman mengenai  soal tadi. “Hei Alfin! Bagaimana soalnya tadi?” tanya Bintang. “Nggak 100% yakin! Tapi mudah-mudahan bisa lolos 20 besar.” jawabnya pasrah. Sambil menunggu pengumuman, kami keliling SMA ini. Berharap ada sesuatu yang unik. Hingga akhirnya kami menghampiri bazar buku yang kebetulan ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini.
Tiba saatnya pengumuman, aku, Alfin dan Dilla mencari nomor peserta kami di papan pengumuman untuk yang lolos 20 besar. “Alhamdulillah ya Allah, kita lolos! Tuhan memang baik” kata Alfin bangga. Dan kami yang bahagia segera keluar dari kerumunan sesak itu. “Alfin, selamat ya! Bisa lolos dari 300 peserta.” Kata Bintang. “Terima kasih Bintang, jangan kecil hati ya!” kata Alfin. Tiba-tiba pengumuman berbunyi, “Bagi yang lolos 20 besar, diharapkan memasuki ruang 1 untuk mengambil piagam.”  “Alfin, Dilla, ayo kita ke ruang 1” kataku.
Setelah mengambil piagam, kami kembali berkutat dengan soal yang kali ini bilingual. Aku kini turut mengerjakan dengan serius, tidak seperti babak 1 tadi. Di tengah seriusku, bel sisa waktu 15 menit berbunyi. Kami segera berpikir lebih keras lagi dan sebagian mengerjakan dengan suara hati. Untuk babak ke 2, waktu memang cuma 1 jam, sedang kan soalnya berjumlah 50. Sehingga kami hanya memiliki waktu sedikit.
Waktu telah selesai, kami kembali hanya bisa berdoa. Semoga mendapat hasil yang terbaik. Sambil menunggu, kami hanya keliling sekolah itu lagi bagaikan orang hilang. “Aku tak yakin jika bisa lolos 6 besar.” Kataku. “Kenapa? Harus optimis!” kata Alfin. “Tapi yang babak 2 itu soalnya sulit sekali. Selain itu waktunya hanya sedikit.” Kataku. Kulihat Dilla hanya bisa pasrah dengan wajah letihnya. Aku tahu jika dia juga tidak begitu yakin bisa lolos. “Sudahlah, ayo cari tempat duduk.” Kata Dilla lemas. Kami pun segera duduk di kursi depan kelas.
Aku merenung diam, tak mendengarkan apa yang Alfin dan Dilla bicarakan. Ku tolehkan kepalaku ke arah samping, terlihat kakak panitia menghampiriku. “Dik, pengumumannya sudah bisa dilihat di papan.” Katanya sambil tersenyum. Alfin yang mendengar langsung antusias. Aku hanya lemas mengikutinya. Ketika dia melihat papan, wajahnya langsung lemas. Aku tahu apa yang terjadi, tanpa banyak tanya ku ajak dia pulang. “Ayo pulang, sudah hampir sore!”

Kami berjalan kembali menuju halte. Di tengah perjalanan, wajah Alfin terlihat tak bersemangat. Aku hanya diam membiarkannya. “Sudahlah, mungkin ini yang terbaik. Jangan terlalu dipikirkan.” Kata Dilla tiba-tiba. “Tapi itu tadi adalah jalan untuk bisa bersekolah di sana.” Kata Alfin. “Mungkin jalanmu bukan lewat jalur ini, mungkin jalur tes.” Kata Dilla lagi. “Tidak ada manfaatnya, susah-susah kesini tapi tidak mendapat apa-apa.” Kata Alfin lemas. Dan keadaan mendadak hening. Kami berjalan dengan pikiran masing-masing. “Kalau seandainya kamu dulu nggak mengajakku ikut lomba ini, mungkin aku tidak akan kreatif membuat KTP tiruan.” Kataku tiba-tiba sambil menatap lurus. “Kalau kita nggak ikut lomba ini,  tidak akan ada kenangan kita naik bus desak-desakan bersama .” Kata Dilla. “Kita juga tidak akan merasakan susah dan malunya jalan kaki sejauh 2 kilometer di keramaian kota.” Kataku. “Kita juga tidak akan merasakan semangat dan kompaknya kita ketika menjalani sulitnya perjalanan ini.” Kata Dilla. “Tuhan itu baik, karena Tuhan akan memberi kita hikmah di setiap perlakuan kita.” Kataku. “Jadi ayo semangat! Seperti pagi tadi”, teriak Dilla sambil menarik kami berdua berlari menuju halte yang masih cukup jauh.